Apa itu Sistem Kitchen Work Triangle? Simak penjelasannya!

Apa itu Sistem Kitchen Work Triangle? Simak penjelasannya!

Apakah Anda pernah mendengar tentang “The Kitchen Work Triangle”? Istilah ini merujuk pada tata letak perabotan dapur, dimana perabotan dapur yang memegang peran penting idealnya terletak di dapur dengan bentuk segitiga. Bentuk segitiga ini membantu aktivitas yang Anda lakukan di dapur menjadi lebih efektif dan efisien. Perabotan dapur yang dimaksud berupa bak cuci piring, kulkas, dan kompor. Ketiga perabotan dapur ini mewakili area menyiapkan makanan, area memasak, dan tempat menyimpan makanan. Ketiga area ini saling terhubung. Sistem Kitchen Work Triangle ini diciptakan untuk menghemat waktu dan tenaga saat beraktivitas di dapur. Sistem ini membantu mengurangi gerakan bolak-balik dari satu area ke area lainnya. Jika Anda tertarik untuk menerapkan sistem ini di dapur Anda, ada beberapa hal yang perlu menjadi bahan pertimbangan sebelum Anda menerapkannya.

Syarat-syarat Penerapan Sistem Kitchen Work Triangle:

  • Salah satu syarat yang sebaiknya diperhatikan saat hendak menerapkan sistem ini adalah bahwa benda-benda yang menghalangi, seperti kursi atau meja, sebaiknya disingkirkan, supaya tidak mengganggu siklus kegiatan. Jarak antara setiap area dengan yang lainnya dianjurkan sama jauhnya.
  • Pertimbangkan pola aktivitas Anda di dapur. Jika Anda sering mengunjungi kulkas untuk mengambil makanan sembari memasak, Anda dapat meletakkan kulkas Anda lebih dekat dengan kompor. Atau, jika Anda sering bolak-balik mencuci dan menyimpan makanan dalam jumlah banyak setiap harinya, Anda dapat meletakkan bak cuci piring dan kulkas secara berdampingan.
  • Patut dipertimbangkan juga fungsi dapur Anda. Jika dapur Anda dipakai juga sebagai ruang makan, dan Anda ingin meletakkan meja dan kursi, pastikan meja dan kursi tersebut tidak menjadi halangan untuk Kitchen Work Triangle Anda. Pastikan tata letak perabotan dapur Anda dapat mengganggu semua penggunanya dan dapat memberikan rasa nyaman.
Sistem Kitchen Work Triangle ini dapat Anda terapkan pada beragam bentuk dapur. Berikut penjabarannya:
  • Linear KitchenThe Kitchen Work Triangle 1

Linear kitchen berupa bentuk dapur dimana perabotan dapur diletakkan di satu sisi dinding saja. Karena itu, bentuknya seperti satu garis lurus/linier. Bentuk ini cocok diterapkan untuk dapur dengan ukuran terbatas. Namun, aktivitas dapur menjadi kurang efektif karena perabotan dapur yang terletak di tengah kedua perabotan lainnya cenderung menjadi penghalang.
  • Parallel KitchenThe Kitchen Work Triangle 2

Untuk dapur bergaya paralel, salah satu perabotan dapur akan bersandar pada dinding yang posisinya berhadap-hadapan dengan dinding di depannya. Untuk dapur yang menghadap ke pekarangan atau ruang ekstra di belakang rumah, bentuk ini cocok diterapkan. Adanya lorong di tengah-tengah dapur memudahkan akses ke belakang rumah dan juga menghemat ruang. Aktivitas dapur juga lebih efektif dan efisien dijalankan karena tidak ada perabotan yang menjadi penghalang.
  • L-shaped KitchenThe Kitchen Work Triangle 3

Dapur dengan bentuk L memiliki jajaran kabinet yang bersandar di dinding dengan bentuk tegak lurus. Dapur bentuk L ini memberikan kemudahan dalam beraktivitas karena letak perabotan cenderung saling berdekatan. Namun, jika Anda ingin menerapkan sistem Kitchen Work Triangle, pastikan kompor sejajar dengan perabotan yang akan sering Anda pakai. Sebaiknya jangan meletakkan kompor di sudut yang terpisah, guna menghindari adanya kecelakaan saat Anda berpaling untuk mengambil sesuatu di kulkas atau saat Anda sedang berpaling untuk menggunakan bak cuci piring.
  • U-shaped KitchenThe Kitchen Work Triangle 4

Layout dapur dengan bentuk U merupakan layout dapur dengan jajaran kabinet yang bersandar di tiga dinding yang saling berdekatan, sesuai bentuk huruf U. Dapur dengan bentuk U memberi ruang lebih untuk beraktivitas karena countertop dapur cenderung lebih luas. Layout ini juga memungkinkan kegiatan dapur dikerjakan oleh lebih dari satu orang. Ada baiknya kompor diletakkan di tengah-tengah kulkas dan bak cuci piring, guna meminimalisir kecelakaan yang dapat terjadi jika kompor tidak diawasi jika letaknya berada di ujung.
  • G-shaped KitchenThe Kitchen Work Triangle 5

Dapur berbentuk huruf G memiliki bentuk yang sama dengan dapur berbentuk U. Namun, bedanya terletak pada countertop tambahan di salah satu ujung kabinet. Countertop ini dapat dijadikan sebagai meja makan karena tidak akan menghalangi aktivitas persiapan makanan. Sama seperti dapur berbentuk U, ada baiknya kompor diletakkan di tengah-tengah kulkas dan bak cuci piring, untuk meminimalisir kecelakaan.
  • Island KitchenThe Kitchen Work Triangle 6

Layout dapur ini memiliki countertop lebih yang terpisah dengan jajaran kabinet. Countertop ini cenderung diletakkan di tengah dapur, sehingga terlihat seperti suatu “island” (pulau). Layout ini cenderung cocok untuk dapur dengan ukuran besar dan dapat memberikan keleluasaan saat beraktivitas. Jika Anda berminat dengan layout dapur ini, ada baiknya kompor disejajarkan dengan perabotan yang lebih sering Anda pakai, baik bak cuci piring atau kulkas, untuk meminimalisir kecelakaan jika kompor tidak diawasi dengan baik.

Penutup

Demikian penjelasan yang dapat kami sampaikan mengenai pengertian Kitchen Work Triangle dan saran mengenai penerapannya di berbagai jenis layout dapur. Kami harap artikel ini dapat membawa manfaat. Untuk melengkapi Kitchen Work Triangle Anda, kami memiliki koleksi bak cuci piring berkualitas tinggi. Bak cuci piring kami hadir dengan single bowl dan juga double bowl, sehingga dapat disesuaikan dengan beragam ukuran dapur. Beberapa dari bak cuci piring kami juga memiliki struktur badan yang terbuat dari stainless steel SS 304, yaitu jenis stainless steel yang lebih tebal dari stainless steel biasa, sehingga membuatnya lebih tahan lama, kuat, anti karat, dan anti korosi. Temukan koleksi bak cuci piring premium kami di official store kami di Shopee, Tokopedia, dan di showroom terdekat Anda.
Back to blog